tepat 12.oo am.
gw masih facebookan , online. even there's not a single notifications appear.
then , perhatian gw teralihkan ke wall yang dikirim dari ex gw. deg , gw sedikit berdebar , i cant describe what kind of heartbeat is that. but the only thing that i felt, its just bit hurts.
gw pun nge.click kiriman "wall2wall" between dia dan gw.
and , BAM !
there's feels like something punch my hearts so Bad , when i review kiriman wall2wall kami dari pertama kali. its hurts sooo bad, that makes me want to cry . i dont know exactly what kind of feeling is this.
sepertinya seperti satu benturan penyesalan gw broke up sama ex, yah gw perjelas, lintasan penyesalan . be honest its just sad for me to read our wall when we were already on lovey-dovey relationship , tentu saja jika hal itu di compare dengan situasi kita yang seperti saat ini, bener2 berbeda. its just doesnt like us usually. satu kata "putus" saja bisamerubah semuanya. imma bit regret about that.
satu hal yang gw sadari , kita udah berubah ya di. iya, gw dan elo. maksud gw , gak hanya hubungan kita, api juga interpersonal kita masing2. banyak yang udah berubah , dari diri gw terutama , dan yah gw pun merasakan itu , sekarang udah gak ada lagi ditha yang ekspresif , ditha yang polos, ditha yang positif minded, ditha yang punya manner kalo ngomong , ditha yang selalu jujur dan easy going, ditha yang punya sense humor yang bagus dan gak sarkastik seperti sekarang , ditha yang selalu gak enakan , basicly ditha yang dulu-dulu.
gw merasakan, kalo gw yang sekarang adalah ditha yang sedikit darky dan kehilangan arah. i had lost my self and i cant find someone that i can hanging for to help me find my own self. gw terlalu lama tenggelam dalam kehipokritan dan too deep standing on this fuckin' fake life. im tired of all this trash things actually.
dan mungkin benar apa yang dikatakan teh erlin, gw memang sudah banyak berubah. Dia paham begitu membaca tulisan gw di catatan facebook yang menurut dia semakin kesini tulisan gw emotionaly banget, seperti bukan dita. hmm, tulisan memang tidak bisa berbohong sepertinya.
tapi satu hal , gw gak menyesali perubahan gw, mungkin gw seperti ini sekarang hanya merupakan bagian dari langkah gw menjadi ditha yang lebih baik. well, just hope for it instead ;)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar